Rakyat Berharap, Pemerintah Memutuskan.

Harapan selalu ada di dalam benak rakyat, baik kalangan atas, menengah maupun bawah. Harapan – harapan ini bagaikan bahan bakar semangat untuk dapat terus menjalani kehidupan di negeri tercinta ini. Begitu pun dengan kami yang bekerja sebagai tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah, selalu berharap dapat meningkatkan kesejahteraan hidup dan membahagiakan keluarga. Harapan kami sebagai tenaga kontrak cukuplah sederhana. Kami ingin selalu mengabdi pada negeri yang tercinta ini dengan suasana hati yang tenang dan tidak khawatir. Tenang karena telah ada kepastian dari nasib kami di kedepannya dan tidak khawatir pada setiap akhir tahun.

Setiap hal yang terkait dengan pegawai Pemerintah diatur dalam Undang – Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN). Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN yaitu terdiri dari PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK.

Dalam hal ini, kami akan memfokuskan pada PPPK. PPPK merupakan Pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah dan ketentuan Undang-Undang ini. PPPK berhak memperoleh gaji dan tunjangan, cuti, perlindungan dan pengembangan kompetensi. Pengangkatan PPK yaitu Pengangkatan calon PPPK ditetapkan VigRx Plus dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian, Masa perjanjian kerja paling singkat 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan berdasarkan penilaian kinerja, PPPK tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi calon PNS, Untuk diangkat menjadi calon PNS, PPPK harus mengikuti semua proses seleksi yang dilaksanakan bagi calon PNS dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

UU ASN tidak memberikan ruang bagi rekruitmen dan pengangkatan CPNS secara langsung atau otomatis karena penerimaan CPNS harus melalui seleksi terlebih dahulu. Pada Pasal 58 ayat 3 bahwa persyaratan dalam penerimaan CPNS dilakukan dengan tahapan yaitu Tahapan perencanaan, Pengumuman lowongan, Pelamaran, Seleksi, Pengumuman hasil seleksi, Masa percobaan menjadi CPNS, dan Pengangkatan menjadi PNS. Pasal tersebut diperkuat dalam Pasal 61 bahwa Setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PNS setelah memenuhi persyaratan. Pada UU pasal 62 ayat 2 dijelaskan penekanan penerimaan CPNS melalui tiga tahap proses yakni Proses seleksi administrasi, Proses tes kemampuan dasar (TKD), dan Proses tes kemampuan bidang.

Selain Undang-Undang, Peraturan Pemerintah nomor 56 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas PP Nomor 48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Pegawai Negeri Sipil juga memberikan batasan-batasan yang jelas. PP Nomor 48 tahun 2005 itu menyebutkan tenaga honorer K2 dapat diangkat menjadi CPNS setelah mengikuti tes kemampuan dasar (TKD) dan Tes Kemampuan Bidang (TKB). PP Itu juga menegaskan , Tenaga honorer yang dinyatakan lulus ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil berdasarkan jumlah dan kualifikasi formasi sampai dengan Tahun Anggaran 2014. “Artinya, gelombang pengangkatan tenaga honorer K2 selesai setelah pengangkatan CPNS pada 2014, serta seiring dengan berakhirnya masa berlaku PP 56/2012 pada Desember 2014.

Penulis pada website budilaksono.com memberikan tanggapan terkait dengan UU No. 5 Tahun 2014 dan PP No. 56 Tahun 2012, UU dan PP menyatakan Honorer tidak ada pengangkatan lagi setelah tahun 2014, tetapi kenapa MenPAN-RB  pada demo yang dilakukan oleh Honorer pada tahun 2015 memberikan janji akan mengangkat Honorer K2 dari tahun 2016 sampai 2019. Berarti langkah sudah ditempuh oleh MenPAN-RB ini, mau gak mau harus merubah PP atau membuat peraturan hukum sebagai pengganti PP Nomor 48 tahun 2005 untuk pengangkatan honorer K2 kembali. Terus bagaimana nasib honorer K2 setelah demo besaran-besaran pada bulan Pebruari 2016 ini.

Pemerintah selalu memberikan janji – janji yang dapat membuat rakyat terlena sesaat, membayangkan angan – angan semu yang terkadang dapat berlalu bagaikan angin sepoi – sepoi dan meninabobokan sesaat dengan janji – janji tersebut. Hanya di negeri ini, janji – janji bagaikan udara sejuk yang dapat membuat terlena.

Sumber Bacaan :
http://dinkesriau.net/berita-492-sekilas-uu-no5-tahun-2014-tentang-asn-aparatur-sipil-negara.html
http://www.budilaksono.com/2016/02/lihat-penjelasan-uu-asn-dan-pp-tentang.html

Share